Analisis Performa Web Service dengan Pendekatan Synchronous Programming dan Reactive Programming
Dublin Core
Title
Analisis Performa Web Service dengan Pendekatan Synchronous Programming dan Reactive Programming
Subject
web service, synchronous programming, reactive programming, spring, k6, load testing
Description
Web service berperan penting dalam memungkinkan komunikasi antar aplikasi. Pendekatan
tradisional yang umum digunakan adalah Synchronous Programming, di mana setiap request
ditangani oleh satu thread (Thread per Request). Namun, metode ini memiliki keterbatasan,
terutama saat terjadi lonjakan request yang signifikan. Thread harus menunggu proses I/O
selesai sebelum melanjutkan tugas lain, sehingga mengurangi efisiensi dan performa server.
Sebagai alternatif, Reactive Programming hadir dengan pendekatan asynchronous dan nonblocking. Penelitian ini membandingkan kedua pendekatan dengan mengukur throughput,
response time, CPU usage, dan memory usage melalui load testing menggunakan K6. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Reactive Programming memiliki keunggulan
signifikan dalam hal throughput dan response time dibandingkan Synchronous Programming
pada berbagai skenario uji. Pada skenario 600 virtual user, Reactive Programming
menghasilkan throughput rata-rata 69,49 req/s dibandingkan 46,20 req/s pada Synchronous
Programming, dan response time 5,31 detik dibandingkan 8,46 detik. Namun, CPU usage pada
Reactive Programming mencapai 67,19% dibandingkan 36,91% pada Synchronous
Programming, dan memory usage mencapai 1225,63 MB dibandingkan 181,79 MB. Uji beda
yang dilakukan memperkuat temuan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada setiap metrik di
setiap skenario antara kedua pendekatan (p < 0,05 untuk semua metrik). Penelitian ini
memberikan wawasan bagi pengembang dalam memilih pendekatan yang sesuai, mempertimbangkan kebutuhan performa serta efisiensi penggunaan resource dalam pengembangan web service.
tradisional yang umum digunakan adalah Synchronous Programming, di mana setiap request
ditangani oleh satu thread (Thread per Request). Namun, metode ini memiliki keterbatasan,
terutama saat terjadi lonjakan request yang signifikan. Thread harus menunggu proses I/O
selesai sebelum melanjutkan tugas lain, sehingga mengurangi efisiensi dan performa server.
Sebagai alternatif, Reactive Programming hadir dengan pendekatan asynchronous dan nonblocking. Penelitian ini membandingkan kedua pendekatan dengan mengukur throughput,
response time, CPU usage, dan memory usage melalui load testing menggunakan K6. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Reactive Programming memiliki keunggulan
signifikan dalam hal throughput dan response time dibandingkan Synchronous Programming
pada berbagai skenario uji. Pada skenario 600 virtual user, Reactive Programming
menghasilkan throughput rata-rata 69,49 req/s dibandingkan 46,20 req/s pada Synchronous
Programming, dan response time 5,31 detik dibandingkan 8,46 detik. Namun, CPU usage pada
Reactive Programming mencapai 67,19% dibandingkan 36,91% pada Synchronous
Programming, dan memory usage mencapai 1225,63 MB dibandingkan 181,79 MB. Uji beda
yang dilakukan memperkuat temuan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada setiap metrik di
setiap skenario antara kedua pendekatan (p < 0,05 untuk semua metrik). Penelitian ini
memberikan wawasan bagi pengembang dalam memilih pendekatan yang sesuai, mempertimbangkan kebutuhan performa serta efisiensi penggunaan resource dalam pengembangan web service.
Creator
Vinncent Alexander Wong, Muhammad Aminul Akbar, Tri Afirianto
Source
https://just-si.ub.ac.id/index.php/just-si/id/article/view/734
Publisher
Universitas Brawijaya
Date
2025-12-24
Contributor
Sri Wahyuni
Rights
E-ISSN : 27468763
Format
PDF
Language
Indonesian
Type
Text
Files
Collection
Citation
Vinncent Alexander Wong, Muhammad Aminul Akbar, Tri Afirianto, “Analisis Performa Web Service dengan Pendekatan Synchronous Programming dan Reactive Programming,” Repository Horizon University Indonesia, accessed January 11, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/10226.