Analisis Faktor Risiko Gangguan Otot Rangka akibat Kerja pada
Pekerja Perkantoran di Instansi X T an di Instansi X Tahun 2023 ahun 2023
Dublin Core
Title
Analisis Faktor Risiko Gangguan Otot Rangka akibat Kerja pada
Pekerja Perkantoran di Instansi X T an di Instansi X Tahun 2023 ahun 2023
Pekerja Perkantoran di Instansi X T an di Instansi X Tahun 2023 ahun 2023
Subject
Keluhan Gangguan Otot
Rangka Akibat Kerja
ROSA
NBM
Pekerja Kantor
Rangka Akibat Kerja
ROSA
NBM
Pekerja Kantor
Description
Postur tubuh yang kurang nyaman saat melakukan pekerjaan dengan durasi yang
lama dapat menyebabkan gangguan otot rangka akibat kerja. Tujuan penelitian ini
adalah mengetahui faktor risiko yang hubungan dengan terjadinya gejala gangguan
otot rangka akibat kerja pada pekerja perkantoran di Instansi X tahun 2023.
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan metode penilaian postur
tubuh pekerjan menggunakan metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA).
Kemudian untuk penilaian keluhan gangguan otot rangka secara subjektif
menggunakan NBM (Nordic Body Map). Hasil penelitian menunjukkan tingkat
risiko keluhan gangguan otot rangka akibat kerja pada tingkat menengah perlu
investigasi lebih lanjut untuk dilakukan perbaikan. Penilaian menggunakan Nordic
Body Map menghasilkan nilai sebesar 91,40% pekerja yang mengalami keluhan
gangguan otot rangka akibat kerja. Bagian tubuh yang sering mengalami keluhan
gangguan otot rangka akibat kerja seperti: leher bagian atas, leher bagian bawah,
punggung dan pinggang. Distribusi keluhan yang dirasakan pekerja umur <40
tahun, berdasarkan jenis kelamin perempuan, berdasarkan masa kerja paling
banyak. Sementara sebanyak 60 dari 65 kursi kerja rusak mode adjustable
membuat pekerja merasa kurang nyaman saat melakukan kegiatan di area kerjanya.
lama dapat menyebabkan gangguan otot rangka akibat kerja. Tujuan penelitian ini
adalah mengetahui faktor risiko yang hubungan dengan terjadinya gejala gangguan
otot rangka akibat kerja pada pekerja perkantoran di Instansi X tahun 2023.
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan metode penilaian postur
tubuh pekerjan menggunakan metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA).
Kemudian untuk penilaian keluhan gangguan otot rangka secara subjektif
menggunakan NBM (Nordic Body Map). Hasil penelitian menunjukkan tingkat
risiko keluhan gangguan otot rangka akibat kerja pada tingkat menengah perlu
investigasi lebih lanjut untuk dilakukan perbaikan. Penilaian menggunakan Nordic
Body Map menghasilkan nilai sebesar 91,40% pekerja yang mengalami keluhan
gangguan otot rangka akibat kerja. Bagian tubuh yang sering mengalami keluhan
gangguan otot rangka akibat kerja seperti: leher bagian atas, leher bagian bawah,
punggung dan pinggang. Distribusi keluhan yang dirasakan pekerja umur <40
tahun, berdasarkan jenis kelamin perempuan, berdasarkan masa kerja paling
banyak. Sementara sebanyak 60 dari 65 kursi kerja rusak mode adjustable
membuat pekerja merasa kurang nyaman saat melakukan kegiatan di area kerjanya.
Creator
Alvina Winners Putri, Indri Hapsari Susilowati
Source
https://scholarhub.ui.ac.id/cgi/viewcontent.cgi?article=1034&context=njohs
Publisher
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas
Indonesia, Depok, Jawa Barat, 16424, Indonesia
Indonesia, Depok, Jawa Barat, 16424, Indonesia
Date
26
Desember 2023
Desember 2023
Contributor
FAJAR BAGUS W
Format
PDF
Language
INDONESIA
Type
TEXT
Files
Collection
Citation
Alvina Winners Putri, Indri Hapsari Susilowati, “Analisis Faktor Risiko Gangguan Otot Rangka akibat Kerja pada
Pekerja Perkantoran di Instansi X T an di Instansi X Tahun 2023 ahun 2023,” Repository Horizon University Indonesia, accessed February 21, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/11229.
Pekerja Perkantoran di Instansi X T an di Instansi X Tahun 2023 ahun 2023,” Repository Horizon University Indonesia, accessed February 21, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/11229.