Rekayasa Nanoselulosa Bakteri sebagai Platform Nano-Biomaterial untuk Terapi Obat dan Antimikroba: Perspektif Pengobatan Modern
Dublin Core
Title
Rekayasa Nanoselulosa Bakteri sebagai Platform Nano-Biomaterial untuk Terapi Obat dan Antimikroba: Perspektif Pengobatan Modern
Subject
selulosa nano bakteri; komposit nano antibakteri; pengiriman obat; aktivitas antibiofilm; resistensi
antimikroba
antimikroba
Description
Abstrak. Resistensi antimikroba (AMR) terus meningkat secara global dan menurunkan efektivitas terapi
konvensional, sehingga diperlukan platform biomaterial inovatif untuk meningkatkan kinerja antimikroba.
Bacterial nanocellulose (BNC) muncul sebagai kandidat unggul berkat struktur nanofibril berpori, kemurnian
tinggi, dan biokompatibilitas superior. BNC memiliki kapasitas muatan besar, stabilitas mekanik baik, dan
kemampuan pelepasan terkontrol, menjadikannya matriks ideal untuk penghantaran obat maupun imobilisasi
nanopartikel. Modifikasi BNC dengan AgNP, ZnO, CuO, antibiotik, serta senyawa bioaktif seperti quercetin,
kurkumin, dan enzim lytik telah menunjukkan peningkatan signifikan terhadap aktivitas antibakteri dan
antibiofilm. Studi in vitro melaporkan zona hambat luas, reduksi biofilm hingga 95%, dan peningkatan efektivitas
obat melalui mekanisme pelepasan terkontrol dan interaksi ROS. Uji in vivo pada model luka menunjukkan
percepatan penyembuhan, penurunan beban bakteri hingga 4 log CFU, serta regenerasi jaringan yang lebih baik.
Meskipun demikian, data toksisitas jangka panjang, penetrasi biofilm multispecies, dan standardisasi protokol
masih terbatas. Sintesis literatur menegaskan bahwa BNC merupakan platform nanobiomaterial multifungsi yang
menjanjikan untuk terapi infeksi modern, namun translasi klinis membutuhkan validasi in vivo komprehensif dan harmonisasi metodologis.
konvensional, sehingga diperlukan platform biomaterial inovatif untuk meningkatkan kinerja antimikroba.
Bacterial nanocellulose (BNC) muncul sebagai kandidat unggul berkat struktur nanofibril berpori, kemurnian
tinggi, dan biokompatibilitas superior. BNC memiliki kapasitas muatan besar, stabilitas mekanik baik, dan
kemampuan pelepasan terkontrol, menjadikannya matriks ideal untuk penghantaran obat maupun imobilisasi
nanopartikel. Modifikasi BNC dengan AgNP, ZnO, CuO, antibiotik, serta senyawa bioaktif seperti quercetin,
kurkumin, dan enzim lytik telah menunjukkan peningkatan signifikan terhadap aktivitas antibakteri dan
antibiofilm. Studi in vitro melaporkan zona hambat luas, reduksi biofilm hingga 95%, dan peningkatan efektivitas
obat melalui mekanisme pelepasan terkontrol dan interaksi ROS. Uji in vivo pada model luka menunjukkan
percepatan penyembuhan, penurunan beban bakteri hingga 4 log CFU, serta regenerasi jaringan yang lebih baik.
Meskipun demikian, data toksisitas jangka panjang, penetrasi biofilm multispecies, dan standardisasi protokol
masih terbatas. Sintesis literatur menegaskan bahwa BNC merupakan platform nanobiomaterial multifungsi yang
menjanjikan untuk terapi infeksi modern, namun translasi klinis membutuhkan validasi in vivo komprehensif dan harmonisasi metodologis.
Creator
Zakia Asrifah Ramly
Source
DOI: https://doi.org/10.61132/prosemnasikk.v2i2.87
Publisher
Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia
Date
Desember 2025
Contributor
Sri Wahyuni
Rights
e-ISSN: 3063-5284; p-ISSN: 3063-5306
Format
PDF
Language
Indonesian
Type
Text
Files
Citation
Zakia Asrifah Ramly, “Rekayasa Nanoselulosa Bakteri sebagai Platform Nano-Biomaterial untuk Terapi Obat dan Antimikroba: Perspektif Pengobatan Modern,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 11, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/12267.