Perbandingan Kadar Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan pada Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum) dan Kulit Bawang Bombay (Allium cepa)
Dublin Core
Title
Perbandingan Kadar Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan pada Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum) dan Kulit Bawang Bombay (Allium cepa)
Subject
aktivitas antioksidan; DPPH; kulit bawang bombay; kulit bawang merah; total flavonoid
Description
Abstrak. Pemanfaatan sumber daya alam, khususnya dari limbah pertanian, memiliki potensi besar dalam
pengembangan produk fungsional karena limbah tersebut masih mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat.
Bawang dikenal kaya akan kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan yang tinggi, dan kulit bawang diketahui
mengandung kandungan fitokimia yang lebih tinggi dibandingkan dengan bagian umbi bawang. Hal ini
menyebabkan kulit bawang sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan fungsional. Penelitian ini
bertujuan untuk menetapkan dan mengetahui kadar flavonoid dan aktivitas antioksidan dari kulit bawang merah
(Allium ascalonicum) dan kulit bawang bombay (Allium cepa). Penetapan kadar flavonoid dilakukan dengan
menggunakan spektrofotometri UV-Vis metode kolorimetri, dan penetapan aktivitas antioksidan menggunakan
microplate reader metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrihidrazil). Penetapan aktivitas antioksidan sampel kulit
bawang dilihat dari hasil uji secara kualitatif yang dinyatakan dalam nilai IC50 atau inhibition concentration.
Berdasarkan hasil data penelitian, kulit bawang merah (Allium ascalonicum) memiliki rata-rata kandungan
flavonoid sebesar 176,2472 mgQE/g dengan nilai IC50 sebesar 54,8949 ppm, dan kulit bawang bombay (Allium cepa) memiliki rata-rata kandungan flavonoid sebesar 207,5205 mgQE/g dengan nilai IC50 sebesar 46,2653 ppm.
pengembangan produk fungsional karena limbah tersebut masih mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat.
Bawang dikenal kaya akan kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan yang tinggi, dan kulit bawang diketahui
mengandung kandungan fitokimia yang lebih tinggi dibandingkan dengan bagian umbi bawang. Hal ini
menyebabkan kulit bawang sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan fungsional. Penelitian ini
bertujuan untuk menetapkan dan mengetahui kadar flavonoid dan aktivitas antioksidan dari kulit bawang merah
(Allium ascalonicum) dan kulit bawang bombay (Allium cepa). Penetapan kadar flavonoid dilakukan dengan
menggunakan spektrofotometri UV-Vis metode kolorimetri, dan penetapan aktivitas antioksidan menggunakan
microplate reader metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrihidrazil). Penetapan aktivitas antioksidan sampel kulit
bawang dilihat dari hasil uji secara kualitatif yang dinyatakan dalam nilai IC50 atau inhibition concentration.
Berdasarkan hasil data penelitian, kulit bawang merah (Allium ascalonicum) memiliki rata-rata kandungan
flavonoid sebesar 176,2472 mgQE/g dengan nilai IC50 sebesar 54,8949 ppm, dan kulit bawang bombay (Allium cepa) memiliki rata-rata kandungan flavonoid sebesar 207,5205 mgQE/g dengan nilai IC50 sebesar 46,2653 ppm.
Creator
Maria Putri Kirana, Restry Sinansari, Diana, Maria Anabella Jessica
Source
DOI: https://doi.org/10.61132/prosemnasikk.v2i2.81
Publisher
Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia
Date
Desember 2025
Contributor
Sri Wahyuni
Rights
e-ISSN: 3063-5284; p-ISSN: 3063-5306
Format
PDF
Language
Indonesian
Type
Text
Files
Citation
Maria Putri Kirana, Restry Sinansari, Diana, Maria Anabella Jessica, “Perbandingan Kadar Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan pada Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum) dan Kulit Bawang Bombay (Allium cepa),” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 11, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/12272.