UJI IN SILICO SENYAWA DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) SEBAGAI ANTIKANKER KOLOREKTAL SERTA PREDIKSI PROFIL FARMAKOKINETIK DAN TOKSISITAS
Dublin Core
Title
UJI IN SILICO SENYAWA DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) SEBAGAI ANTIKANKER KOLOREKTAL SERTA PREDIKSI PROFIL FARMAKOKINETIK DAN TOKSISITAS
Subject
Kanker Kolorektal, Daun Belimbing Wuluh, In silico, Farmakokinetik, Toksisitas
Description
Kanker merupakan penyakit yang menjadi ancaman terhadap kesehatan manusia yang
ditandai dengan ploriferasi sel atau pembelahan sel yang tidak terkendali. Terapi perawatan
kanker kolorektal menggunakan obat 5-Fluorouracil (5-FU) sebagai kontrol positif atau ligan
standar pembanding yang dapat membantu meningkatkan kelangsungan hidup pasien pada
berbagai jenis kanker. Berdasarkan efek samping yang di timbulkan, hal ini kemudian mendorong
masyarakat untuk beralih pengobatan ke bahan alam atau obat tradisional. Daun belimbing
wuluh (Averrhoa bilimbi L) merupakan salah satu jenis tanaman yang dikenal oleh masyarakat
sebagai salah satu sumber pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
potensi senyawa kimia yang terkandung dalam daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L)
sebagai antikanker kolorektal dengan metode in silico, serta prediksi profil farmakokinetik
(ADME) dan nilai toksisitas. Hasil penelitian ini adalah senyawa 7 (1,4-Dimethylnaphthalene)
memiliki nilai ΔGbinding paling rendah terhadap 3 protein yaitu Chk1:-6,2 (Kkal/mol), Cyclin A:-
3,6 (Kkal/mol), Apoptosis Regulator Bcl-2:-6,2 (Kkal/mol). Prediksi profil farmakokinetik dengan
hasil yaitu senyawa 3 (1,4-Diethylbenzene) yang memenuhi parameter ADME. Prediksi toksisitas
menunjukkan 6 senyawa uji termasuk dalam kategori 1 yaitu toksisitas rendah (Low Class), dan
13 senyawa memiliki hasil negatif terhadap genotoksik maupun nongenotoksik karsinogen
sehingga tidak bersifat karsinogenik.
ditandai dengan ploriferasi sel atau pembelahan sel yang tidak terkendali. Terapi perawatan
kanker kolorektal menggunakan obat 5-Fluorouracil (5-FU) sebagai kontrol positif atau ligan
standar pembanding yang dapat membantu meningkatkan kelangsungan hidup pasien pada
berbagai jenis kanker. Berdasarkan efek samping yang di timbulkan, hal ini kemudian mendorong
masyarakat untuk beralih pengobatan ke bahan alam atau obat tradisional. Daun belimbing
wuluh (Averrhoa bilimbi L) merupakan salah satu jenis tanaman yang dikenal oleh masyarakat
sebagai salah satu sumber pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
potensi senyawa kimia yang terkandung dalam daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L)
sebagai antikanker kolorektal dengan metode in silico, serta prediksi profil farmakokinetik
(ADME) dan nilai toksisitas. Hasil penelitian ini adalah senyawa 7 (1,4-Dimethylnaphthalene)
memiliki nilai ΔGbinding paling rendah terhadap 3 protein yaitu Chk1:-6,2 (Kkal/mol), Cyclin A:-
3,6 (Kkal/mol), Apoptosis Regulator Bcl-2:-6,2 (Kkal/mol). Prediksi profil farmakokinetik dengan
hasil yaitu senyawa 3 (1,4-Diethylbenzene) yang memenuhi parameter ADME. Prediksi toksisitas
menunjukkan 6 senyawa uji termasuk dalam kategori 1 yaitu toksisitas rendah (Low Class), dan
13 senyawa memiliki hasil negatif terhadap genotoksik maupun nongenotoksik karsinogen
sehingga tidak bersifat karsinogenik.
Creator
Jayanti Putri Pratama, Nurrizka Kurniawati, Susanti Erikania
Source
www.sikesnas,fikes .udb.ac.id
Publisher
Universitas Duta Bangsa Surakarta
Date
25 Juni 2023
Contributor
Sri Wahyuni
Rights
e-ISSN : 2964-674X
Format
PDF
Language
Indonesian
Type
Text
Files
Citation
Jayanti Putri Pratama, Nurrizka Kurniawati, Susanti Erikania, “UJI IN SILICO SENYAWA DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) SEBAGAI ANTIKANKER KOLOREKTAL SERTA PREDIKSI PROFIL FARMAKOKINETIK DAN TOKSISITAS,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 12, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/12494.