ANALISIS KELENGKAPAN DAN KETEPATAN KODEFIKASI TERMINOLOGI MEDIS OBSTETRI DI PUSKESMAS JETIS BANTUL
YOGYAKARTA
Dublin Core
Title
ANALISIS KELENGKAPAN DAN KETEPATAN KODEFIKASI TERMINOLOGI MEDIS OBSTETRI DI PUSKESMAS JETIS BANTUL
YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
Subject
Kodefikasi, kelengkapan/ketepatan, Puskemas Jetis Bantul
Description
Latar belakang : Kompetensi perekam medis trampil dalam menganalisa terminologi
medis, Kodifikasi Penyakit dan Masalah Kesehatan. Serta mampu menetapkan kode penyakit dan
tindakan dengan tepat sesuai klasifikasi yang diberlakukan di Indonesia (ICD-10) tentang
penyakit dan tindakan medis dalam pelayanan dan manajemen kesehatan. (Kemenkes, 2020).
Pentingnya dilakukan analisis ketepatan pengisian kode diagnosis pada dokumen rekam medis
karena apabila kode diagnosis tidak tepat atau tidak sesuai dengan ICD-10 maka dapat
menyebabkan turunnya mutu pelayanan di rumah sakit serta mempengaruhi data, informasi
laporan, dan ketepatan tarif INACBG’s yang pada saat ini digunakan sebagai metode
pembayaran untuk pelayanan pasien (Mukhtadi, 2013). Tujuan penelitian untuk Mengidentifikasi
kelengkapan dan ketepatan kodefikasi, menganalisa ketidaktepatan dan ketepatan, dampak ketidak
tepatan dan ketepatan pada terminologi medis obstetri di Puskesmas Jetis.
Metode penelitianya yaitu deskreptif kualitatif Penelitian ini memberikan gambaran
tentang pelaksanaan kodefikasi diagnosa pada kasus obstetri berdasarkan ICD-10. Peneliti
menghitung prosentase ketidaklengkapan dan ketidaktepatan kode serta mencari faktor
permasalahan yang mempengaruhi ketidaklengkapan dan ketidaktepatan kodefikasi. Pelaksanaan
pemberian kode diagnosis pasien obstetri di Puskesmas Jetis dilakukan oleh petugas rekam medis.
Kegiatan pengkodean dilaksanakan setelah pasien mendapat pelayanan, pemberi pelayanan
kesehatan menginput data pasien anamnesis dan diagnosis serta kode di sistem komputer SIMPUS
DGS, kemudian pada sistem DGS otomatis akan muncul beberapa diagnosis pilihan. Keakuratan
kode diagnosis sesungguhnya merupakan penentuan dan penulisan kode diagnosis yang sesuai
dengan standar klasifikasi di dalam ICD- 10. Kode dinyatakan tepat atau akurat apabila
mencerminkan kondisi riil pasien dengan segala tindakan dan pengobatan yang telah dilakukan..
Kesimpulan Kelengkapan kode pada metode persalinan fisiologis maupun patologis
secara umum sudah baik (92%), kelengkpan kode kondisi persalinan patologis sudah baik (87%).
Ketepatan kode pada persalinan fisiologis (spontan) maupun patologis ketepatannya kurang
(37%). Ketepatan kondisi persalinan patologis kurang (32%)
medis, Kodifikasi Penyakit dan Masalah Kesehatan. Serta mampu menetapkan kode penyakit dan
tindakan dengan tepat sesuai klasifikasi yang diberlakukan di Indonesia (ICD-10) tentang
penyakit dan tindakan medis dalam pelayanan dan manajemen kesehatan. (Kemenkes, 2020).
Pentingnya dilakukan analisis ketepatan pengisian kode diagnosis pada dokumen rekam medis
karena apabila kode diagnosis tidak tepat atau tidak sesuai dengan ICD-10 maka dapat
menyebabkan turunnya mutu pelayanan di rumah sakit serta mempengaruhi data, informasi
laporan, dan ketepatan tarif INACBG’s yang pada saat ini digunakan sebagai metode
pembayaran untuk pelayanan pasien (Mukhtadi, 2013). Tujuan penelitian untuk Mengidentifikasi
kelengkapan dan ketepatan kodefikasi, menganalisa ketidaktepatan dan ketepatan, dampak ketidak
tepatan dan ketepatan pada terminologi medis obstetri di Puskesmas Jetis.
Metode penelitianya yaitu deskreptif kualitatif Penelitian ini memberikan gambaran
tentang pelaksanaan kodefikasi diagnosa pada kasus obstetri berdasarkan ICD-10. Peneliti
menghitung prosentase ketidaklengkapan dan ketidaktepatan kode serta mencari faktor
permasalahan yang mempengaruhi ketidaklengkapan dan ketidaktepatan kodefikasi. Pelaksanaan
pemberian kode diagnosis pasien obstetri di Puskesmas Jetis dilakukan oleh petugas rekam medis.
Kegiatan pengkodean dilaksanakan setelah pasien mendapat pelayanan, pemberi pelayanan
kesehatan menginput data pasien anamnesis dan diagnosis serta kode di sistem komputer SIMPUS
DGS, kemudian pada sistem DGS otomatis akan muncul beberapa diagnosis pilihan. Keakuratan
kode diagnosis sesungguhnya merupakan penentuan dan penulisan kode diagnosis yang sesuai
dengan standar klasifikasi di dalam ICD- 10. Kode dinyatakan tepat atau akurat apabila
mencerminkan kondisi riil pasien dengan segala tindakan dan pengobatan yang telah dilakukan..
Kesimpulan Kelengkapan kode pada metode persalinan fisiologis maupun patologis
secara umum sudah baik (92%), kelengkpan kode kondisi persalinan patologis sudah baik (87%).
Ketepatan kode pada persalinan fisiologis (spontan) maupun patologis ketepatannya kurang
(37%). Ketepatan kondisi persalinan patologis kurang (32%)
Creator
Hery Setiyawan, Hendra Rohman, Faizqinthar Bima Nugraha
Source
www.sikesnas,fikes .udb.ac.id
Publisher
Universitas Duta Bangsa Surakarta
Date
25 Juni 2023
Contributor
Sri Wahyuni
Rights
e-ISSN : 2964-674X
Format
PDF
Language
Indonesian
Type
Text
Files
Citation
Hery Setiyawan, Hendra Rohman, Faizqinthar Bima Nugraha, “ANALISIS KELENGKAPAN DAN KETEPATAN KODEFIKASI TERMINOLOGI MEDIS OBSTETRI DI PUSKESMAS JETIS BANTUL
YOGYAKARTA,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 11, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/12507.
YOGYAKARTA,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 11, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/12507.