ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI RUMAH SAKIT X KOTA SURAKARTA
Dublin Core
Title
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI RUMAH SAKIT X KOTA SURAKARTA
Subject
infeksi nosokomial, HAIs, PPI
Description
HAIs atau infeksi nosokomial adalah infeksi yang muncul selama masuk rumah sakit,
yang dimanifestasikan setelah 72 jam atau lebih saat pasien dirawat di rumah sakit. Rumah Sakit
X terus memiliki tingkat kejadian HAIs yang di atas standar di berbagai indikator penyakit.
Kejadian HAIs pada indikator kasus Ventilator Associated Pneumonia (VAP) meningkat secara
signifikan dari 0% menjadi 2,52%, angka kejadian ISK sebesar 1,48%. Rumah sakit telah
menerapkan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi oleh komite PPI untuk meminimalkan
risiko infeksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan program Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit X Kota Surakarta. Metode: Jenis penelitian ini yaitu
penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari informan utama
dan informan triangulasi. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara
mendalam dan observasi. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil: variabel input terdiri
dari man, telah dibentuk tim PPI dan seluruh anggota telah mendapat pelatihan; money, ada
anggaran dan telah diklasifikasikan untuk beberapa keperluan; material, sebagian besar sarana
dan prasarana PPI di rumah sakit sudah tersedia, namun masih ada beberapa yang kurang;
machine, terdapat beberapa pendukung yang belum bisa terpenuhi yang nantinya dapat
mempengaruhi program PPI; method, ada regulasi yang telah dibuat mencakup keputusan
direktur, struktur organisasi PPI, IPCN dan IPCLN, uraian tugas anggota, standar prosedur
operasional di setiap bidang kegiatan, surveilans penyakit infeksi, dan lain-lain. Variabel proses
terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian telah dilakukan dengan
baik namun masih terdapat beberapa kendala. Variabel output terdiri dari hasil terhadap
pelaksanaan program PPI yang terdiri dari kewaspadaan isolasi (berupa kewaspadaan standar
dan kewaspadaan transmisi), surveilans, pendidikan dan pelatihan. Kesimpulan: pelaksanaan
Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit X Kota Surakarta masih belum
maksimal dan terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaannya. Saran: untuk Komite PPI
rumah sakit agar lebih aktif dalam meningkatkan minat dan kepedulian petugas rumah sakit
dengan melakukan sosialisasi dan motivasi sehingga seluruh pihak memahami pentingnya
program PPI.
yang dimanifestasikan setelah 72 jam atau lebih saat pasien dirawat di rumah sakit. Rumah Sakit
X terus memiliki tingkat kejadian HAIs yang di atas standar di berbagai indikator penyakit.
Kejadian HAIs pada indikator kasus Ventilator Associated Pneumonia (VAP) meningkat secara
signifikan dari 0% menjadi 2,52%, angka kejadian ISK sebesar 1,48%. Rumah sakit telah
menerapkan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi oleh komite PPI untuk meminimalkan
risiko infeksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan program Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit X Kota Surakarta. Metode: Jenis penelitian ini yaitu
penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari informan utama
dan informan triangulasi. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara
mendalam dan observasi. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil: variabel input terdiri
dari man, telah dibentuk tim PPI dan seluruh anggota telah mendapat pelatihan; money, ada
anggaran dan telah diklasifikasikan untuk beberapa keperluan; material, sebagian besar sarana
dan prasarana PPI di rumah sakit sudah tersedia, namun masih ada beberapa yang kurang;
machine, terdapat beberapa pendukung yang belum bisa terpenuhi yang nantinya dapat
mempengaruhi program PPI; method, ada regulasi yang telah dibuat mencakup keputusan
direktur, struktur organisasi PPI, IPCN dan IPCLN, uraian tugas anggota, standar prosedur
operasional di setiap bidang kegiatan, surveilans penyakit infeksi, dan lain-lain. Variabel proses
terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian telah dilakukan dengan
baik namun masih terdapat beberapa kendala. Variabel output terdiri dari hasil terhadap
pelaksanaan program PPI yang terdiri dari kewaspadaan isolasi (berupa kewaspadaan standar
dan kewaspadaan transmisi), surveilans, pendidikan dan pelatihan. Kesimpulan: pelaksanaan
Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit X Kota Surakarta masih belum
maksimal dan terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaannya. Saran: untuk Komite PPI
rumah sakit agar lebih aktif dalam meningkatkan minat dan kepedulian petugas rumah sakit
dengan melakukan sosialisasi dan motivasi sehingga seluruh pihak memahami pentingnya
program PPI.
Creator
Nabilatul Fanny, Indah Nofikasari, Rima Muelsa Putri
Source
www.sikesnas,fikes .udb.ac.id
Publisher
Universitas Duta Bangsa Surakarta
Date
25 Juni 2023
Contributor
Sri Wahyuni
Rights
e-ISSN : 2964-674X
Format
PDF
Language
Indonesian
Type
Text
Files
Citation
Nabilatul Fanny, Indah Nofikasari, Rima Muelsa Putri, “ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI RUMAH SAKIT X KOTA SURAKARTA,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 25, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/12580.