PELAKSANAAN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF OLEH PERAWAT BERDASARKAN STANDAR AKREDITASI RUMAH SAKIT DI INSTALASI RAWAT INAP
Dublin Core
Title
PELAKSANAAN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF OLEH PERAWAT BERDASARKAN STANDAR AKREDITASI RUMAH SAKIT DI INSTALASI RAWAT INAP
Subject
Keselamatan Pasien, Komunikasi yang efektif, Perawat
Description
Latar Belakang : Keselamatan pasien merupakan salah satu dimensi mutu yang saat ini menjadi
pusat perhatian para praktisi pelayanan kesehatan dalam skala nasional maupun internasional.
Komunikasi efektif merupakan komunikasi yang tepat waktu, akurat, lengkap, jelas, dan dipahami
oleh respon atau penerima pesan akan mengurangi potensi kejadian kesalahan serta meningkatkan
keselamatan pasien.
Tujuan : Untuk mengetahui pelaksanaan komunikasi yang efektif oleh perawat berdasarkan
standar akreditasi rumah sakit di instalasi rawat inap
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel
menggunakan simple random sampling. Responden pada penelitian ini berjumlah 80 perawat.
Analisi yang digunakan adalah analisis univariat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah
kuesioner sasaran keselamatan pasien tentang komunikasi yang efetif.
Hasil : Karaktersitik responden diperoleh hasil presentase pada umur responden yaitu 26-35 tahun
sebanyak 40 responden (50,0%), pendidikan terakhir yaitu D3 Keperawatan sebanyak 54 tahun
(67,5%), Jenis kelamin sebanyak 29 responden (36,3%), Lama bekerja yaitu 1-5 tahun sebanyak
34 responden yaitu (42,5%), dan Status Kepegawaian yaitu 49 responden (61,3%). Kemudian
diperoleh hasil komunikasi yang efektif dari 80 responden menunjukkan hasil dengan kategori
baik sebanyak 69 responden (86,3%) sedangkan kategori kurang sebanyak 11 responden (13,6%).
Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa mayoritas responden telah melaksanakan verifikasi
komunikasi efektif baik lisan maupun telfon dengan writedown, red back, confirmation serta
komunikasi SBAR dan Handover. Namun responden belum sepenuhnya melaksanakan
penyampaian hasil pemeriksaan secara lisan maupun telfon secara maksimal dimana responden
hanya menulis secara lengkap dan belum membaca ulang serta mengkonfirmasi kembali oleh
pemberi pesan. Selain itu responden masih kurang dalam pelaporan hasil kritis dengan rentang
waktu yang telah ditentukan yakni > 30 sejak hasil diverifikasi oleh PPA.
Kesimpulan : Oleh sebab itu, dalam meningkatkan komunikasi yang efektif perlu dibangun aspek
kejelasan, ketepatan, kesesuaian dengan konteks baik dari segi bahasa dan infromasi, alur yang
sistematis, dan budaya
pusat perhatian para praktisi pelayanan kesehatan dalam skala nasional maupun internasional.
Komunikasi efektif merupakan komunikasi yang tepat waktu, akurat, lengkap, jelas, dan dipahami
oleh respon atau penerima pesan akan mengurangi potensi kejadian kesalahan serta meningkatkan
keselamatan pasien.
Tujuan : Untuk mengetahui pelaksanaan komunikasi yang efektif oleh perawat berdasarkan
standar akreditasi rumah sakit di instalasi rawat inap
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel
menggunakan simple random sampling. Responden pada penelitian ini berjumlah 80 perawat.
Analisi yang digunakan adalah analisis univariat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah
kuesioner sasaran keselamatan pasien tentang komunikasi yang efetif.
Hasil : Karaktersitik responden diperoleh hasil presentase pada umur responden yaitu 26-35 tahun
sebanyak 40 responden (50,0%), pendidikan terakhir yaitu D3 Keperawatan sebanyak 54 tahun
(67,5%), Jenis kelamin sebanyak 29 responden (36,3%), Lama bekerja yaitu 1-5 tahun sebanyak
34 responden yaitu (42,5%), dan Status Kepegawaian yaitu 49 responden (61,3%). Kemudian
diperoleh hasil komunikasi yang efektif dari 80 responden menunjukkan hasil dengan kategori
baik sebanyak 69 responden (86,3%) sedangkan kategori kurang sebanyak 11 responden (13,6%).
Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa mayoritas responden telah melaksanakan verifikasi
komunikasi efektif baik lisan maupun telfon dengan writedown, red back, confirmation serta
komunikasi SBAR dan Handover. Namun responden belum sepenuhnya melaksanakan
penyampaian hasil pemeriksaan secara lisan maupun telfon secara maksimal dimana responden
hanya menulis secara lengkap dan belum membaca ulang serta mengkonfirmasi kembali oleh
pemberi pesan. Selain itu responden masih kurang dalam pelaporan hasil kritis dengan rentang
waktu yang telah ditentukan yakni > 30 sejak hasil diverifikasi oleh PPA.
Kesimpulan : Oleh sebab itu, dalam meningkatkan komunikasi yang efektif perlu dibangun aspek
kejelasan, ketepatan, kesesuaian dengan konteks baik dari segi bahasa dan infromasi, alur yang
sistematis, dan budaya
Creator
Raihan Alif Saputra, Oktavy Budi Kusumawardhani, Nadya Puspita Adriana
Source
www.sikesnas,fikes .udb.ac.id
Publisher
Universitas Duta Bangsa Surakarta
Date
25 Juni 2023
Contributor
Sri Wahyuni
Rights
e-ISSN : 2964-674X
Format
PDF
Language
Indonesian
Type
Text
Files
Citation
Raihan Alif Saputra, Oktavy Budi Kusumawardhani, Nadya Puspita Adriana, “PELAKSANAAN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF OLEH PERAWAT BERDASARKAN STANDAR AKREDITASI RUMAH SAKIT DI INSTALASI RAWAT INAP,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 11, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/12589.