KEAKURATAN KODE KARAKTER KE-5 PADA KASUS MUSCULOSKELETAL BERDASARKAN ICD 10 DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA
Dublin Core
Title
KEAKURATAN KODE KARAKTER KE-5 PADA KASUS MUSCULOSKELETAL BERDASARKAN ICD 10 DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA
Subject
Keakuratan kode, kasus musculoskeletal, ICD 10
Description
Dalam proses pengkodean sistem musculoskeletal memiliki kode karakter ke-5 yang
merupakan kode untuk menunjukkan letak terjadinya kasus musculoskeletal. Apabila kode
karakter ke-5 tidak digunakan atau digunakan tetapi salah kode maka akan berpengaruh terhadap
pemeriksaan penunjang yang dilakukan dan bisa juga berpengaruh terhadap biaya pengobatan.
Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta, dari
10 dokumen rekam medis yang diteliti peneliti menemukan ketidakakuratan mencapai 100%,
artinya dari 10 sampel awal terdapat 10 dokumen yang tidak akurat. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui keakuratan kode karakter ke-5 pada kasus musculoskeletal berdasarkan ICD 10 di
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta.
Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan
retrospektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara.
Teknik pengambilan sampel yaitu sampel total dengan jumlah dokumen sebanyak 126 dokumen
rekam medis kasus musculoskeletal. Instrumen penelitian meliputi ICD 10, pedoman observasi
berupa check list dan pedoman wawancara. Pengolahan data dengan collecting, coding,
klasifikasi dan penyajian data.
Presentase ketidakakuratan kode karakter ke-5 pada kasus musculoskeletal diperoleh
hasil 98,41% atau sebanyak 124 dokumen tidak akurat dan 1,59% atau sebanyak 2 dokumen
akurat. Faktor yang mempengaruhi keakuratan dan ketidakukaratan kode kasus musculoskeletal
antara lain karena tenaga medis atau dokter dan tenaga rekam medis coder. Sebaiknya petugas
coding melakukan konfirmasi ke dokter penanggung jawab pasien yang bersangkutan apabila
ditemukan penulisan diagnosa yang tidak terbaca agar kode yang dihasilkan akurat. Sebaiknya
dilakukan perencanaan kebutuhan petugas coding dan menganalisis beban kerja petugas coding
agar keakuratan kode karakter ke-5 pada kasus musculoskeletal semakin optimal. Sebaiknya
petugas coding memberikan kode karakter ke-5 pada dokumen rekam medis pasien kasus
musculoskeletal, karena keakuratan dan kelengkapan kode berpengaruh terhadap biaya
pengobatan.
merupakan kode untuk menunjukkan letak terjadinya kasus musculoskeletal. Apabila kode
karakter ke-5 tidak digunakan atau digunakan tetapi salah kode maka akan berpengaruh terhadap
pemeriksaan penunjang yang dilakukan dan bisa juga berpengaruh terhadap biaya pengobatan.
Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta, dari
10 dokumen rekam medis yang diteliti peneliti menemukan ketidakakuratan mencapai 100%,
artinya dari 10 sampel awal terdapat 10 dokumen yang tidak akurat. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui keakuratan kode karakter ke-5 pada kasus musculoskeletal berdasarkan ICD 10 di
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta.
Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan
retrospektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara.
Teknik pengambilan sampel yaitu sampel total dengan jumlah dokumen sebanyak 126 dokumen
rekam medis kasus musculoskeletal. Instrumen penelitian meliputi ICD 10, pedoman observasi
berupa check list dan pedoman wawancara. Pengolahan data dengan collecting, coding,
klasifikasi dan penyajian data.
Presentase ketidakakuratan kode karakter ke-5 pada kasus musculoskeletal diperoleh
hasil 98,41% atau sebanyak 124 dokumen tidak akurat dan 1,59% atau sebanyak 2 dokumen
akurat. Faktor yang mempengaruhi keakuratan dan ketidakukaratan kode kasus musculoskeletal
antara lain karena tenaga medis atau dokter dan tenaga rekam medis coder. Sebaiknya petugas
coding melakukan konfirmasi ke dokter penanggung jawab pasien yang bersangkutan apabila
ditemukan penulisan diagnosa yang tidak terbaca agar kode yang dihasilkan akurat. Sebaiknya
dilakukan perencanaan kebutuhan petugas coding dan menganalisis beban kerja petugas coding
agar keakuratan kode karakter ke-5 pada kasus musculoskeletal semakin optimal. Sebaiknya
petugas coding memberikan kode karakter ke-5 pada dokumen rekam medis pasien kasus
musculoskeletal, karena keakuratan dan kelengkapan kode berpengaruh terhadap biaya
pengobatan.
Creator
Chika Putri Andini, Linda Widyaningrum
Source
www.sikesnas,fikes .udb.ac.id
Publisher
Universitas Duta Bangsa Surakarta
Date
25 Juni 2023
Contributor
Sri Wahyuni
Rights
e-ISSN : 2964-674X
Format
PDF
Language
Indonesian
Type
Text
Files
Citation
Chika Putri Andini, Linda Widyaningrum, “KEAKURATAN KODE KARAKTER KE-5 PADA KASUS MUSCULOSKELETAL BERDASARKAN ICD 10 DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 25, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/12619.