HUBUNGAN TINGKAT STRES TERHADAP POLA MAKAN DAN POLA AKTIVITAS PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Dublin Core
Title
HUBUNGAN TINGKAT STRES TERHADAP POLA MAKAN DAN POLA AKTIVITAS PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Subject
Tingkat Stres, Pola Makan, Pola Aktivitas, Lansia, Hipertensi.
Description
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dan menjadi salah satu faktor utama penyebab
kematian nomor satu didunia dan menjadi penyebab kematian terbanyak yang menempati urutan ke 3 di Indonesia
dengan angka kematian 27,1%. Hipertensi paling banyak menyerang pada usia lebih dari 60 tahun karena telah
mengalami kemunduran sel-sel tubuh, sehingga fungsi dan daya tubuh menurun serta faktor resiko terhadap
penyakit meningkat. Kondisi stres dan gaya hidup yang buruk merupakan faktor yang dapat menyebabkan
terjadinya kenaikan tekanan darah akibat saraf simpatik yang memicu terjadinya peningkatan tekanan darah dan
curah jantung. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan menggunakan metode cross
sectional, yaitu untuk mencari hubungan tingkat stres terhadap pola makan dan pola makan pada lansia penderita
hipertensi. Sampel yang digunakan 45 lansia penderita hipertensi yang diberikan kuisioner berupa DASS
(Depression Anxiety and Stress Scale), kuisioner pola makan, dan pola aktivitas yang kemudian diolah dengan
menggunakan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan uji statistik menggunakan chi-square didapatkan hasil bahwa
terdapat hubungan antara tingkat stres dengan pola makan pada lansia penderita hipertensi dengan nilai p=0,000
(p<0,05), dan juga terdapat hubungan antara tingkat stres dengan pola aktivitas pada lansia penderita hipertensi
dengan nilai p=0,013 (p<0,005). Kesimpulan: Terdapat Hubungan Tingkat Stres Terhadap Pola Makan dan Pola Aktivitas pada Lansia Penderita Hipertensi
kematian nomor satu didunia dan menjadi penyebab kematian terbanyak yang menempati urutan ke 3 di Indonesia
dengan angka kematian 27,1%. Hipertensi paling banyak menyerang pada usia lebih dari 60 tahun karena telah
mengalami kemunduran sel-sel tubuh, sehingga fungsi dan daya tubuh menurun serta faktor resiko terhadap
penyakit meningkat. Kondisi stres dan gaya hidup yang buruk merupakan faktor yang dapat menyebabkan
terjadinya kenaikan tekanan darah akibat saraf simpatik yang memicu terjadinya peningkatan tekanan darah dan
curah jantung. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan menggunakan metode cross
sectional, yaitu untuk mencari hubungan tingkat stres terhadap pola makan dan pola makan pada lansia penderita
hipertensi. Sampel yang digunakan 45 lansia penderita hipertensi yang diberikan kuisioner berupa DASS
(Depression Anxiety and Stress Scale), kuisioner pola makan, dan pola aktivitas yang kemudian diolah dengan
menggunakan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan uji statistik menggunakan chi-square didapatkan hasil bahwa
terdapat hubungan antara tingkat stres dengan pola makan pada lansia penderita hipertensi dengan nilai p=0,000
(p<0,05), dan juga terdapat hubungan antara tingkat stres dengan pola aktivitas pada lansia penderita hipertensi
dengan nilai p=0,013 (p<0,005). Kesimpulan: Terdapat Hubungan Tingkat Stres Terhadap Pola Makan dan Pola Aktivitas pada Lansia Penderita Hipertensi
Creator
Insanul Firdaus, Heni Sulityoningsih, Marni, Risky Ain Nur Rohmah
Source
www.sikesnas,fikes .udb.ac.id
Publisher
Universitas Duta Bangsa Surakarta
Date
25 Juni 2023
Contributor
Sri Wahyuni
Rights
e-ISSN : 2964-674X
Format
PDF
Language
Indonesian
Type
Text
Files
Citation
Insanul Firdaus, Heni Sulityoningsih, Marni, Risky Ain Nur Rohmah, “HUBUNGAN TINGKAT STRES TERHADAP POLA MAKAN DAN POLA AKTIVITAS PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 25, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/12692.