UPAYA MENURUNKAN TINGKAT NYERI DENGAN TERAPI KOMPRES
HANGAT PADA ANAK POST OPERASI SOFT TISSUE TUMOR
Dublin Core
Title
UPAYA MENURUNKAN TINGKAT NYERI DENGAN TERAPI KOMPRES
HANGAT PADA ANAK POST OPERASI SOFT TISSUE TUMOR
HANGAT PADA ANAK POST OPERASI SOFT TISSUE TUMOR
Subject
nyeri, kompres hangat, anak post operasi soft tissue tumor.
Description
Soft Tisue Tumor adalah benjolan atau pembengkakan yang abnormal yang disebabkan oleh neoplasma dan non-
neoplasma. Di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta terdapat 26 kasus tumor selama 3 bulan terakhir (Register Bangsal
Cendana 4, Februari-april, 2022). Nyeri akut pasca operasi muncul akibat pemotongan atau peregangan jaringan
yang mengakibatkan trauma dan inflamasi pada jaringan sekitar, sehingga menimbulkan stimulus nosiseptif yang
merangsang reseptor nosiseptif. Manajemen farmakologi yang biasa digunakan untuk mengatasi nyeri dengan
menggunakan obat analgesik. Dan manajemen nyeri non farmakologis yaitu, dengan Teknik stimulasi kulit (terapi
kompres hangat). Dalam hasil penelitian Yovita H, (2018) mengatakan ada efektifitas kompres hangat terhadap
penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi. Menggambarkan tentang pemberian kompres hangat untuk
menurunkan tingkat nyeri pada anak post operasi soft tissue tumor. Deskriptif dalam bentuk studi kasus yang
dilakukan secara mendalam terhadap suatu keadaan atau kondisi dengan cara sistematis mulai dari melakukan
pengamatan, pengumpulan data, analisis informasi dan pelaporan hasil. Nyeri pada pasien post operasi soft tissue
tumor berkurang setelah dilakukan terapi kompres hangat selama 3 hari. Kesimpulan: Pemberian terapi kompres
hangat dapat menurunkan tingkat nyeri pada anak dengan soft tissue tumor. Pemberian terapi kompres hangat
dapat menurunkan tingkat nyeri pada anak dengan soft tissue tumor. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya
dapat melakukan dengan lebih baik sehingga hasilnya akan lebih sempurna.
Kata kunci: nyeri, kompres hangat, anak post operasi soft tissue tumor.
neoplasma. Di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta terdapat 26 kasus tumor selama 3 bulan terakhir (Register Bangsal
Cendana 4, Februari-april, 2022). Nyeri akut pasca operasi muncul akibat pemotongan atau peregangan jaringan
yang mengakibatkan trauma dan inflamasi pada jaringan sekitar, sehingga menimbulkan stimulus nosiseptif yang
merangsang reseptor nosiseptif. Manajemen farmakologi yang biasa digunakan untuk mengatasi nyeri dengan
menggunakan obat analgesik. Dan manajemen nyeri non farmakologis yaitu, dengan Teknik stimulasi kulit (terapi
kompres hangat). Dalam hasil penelitian Yovita H, (2018) mengatakan ada efektifitas kompres hangat terhadap
penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi. Menggambarkan tentang pemberian kompres hangat untuk
menurunkan tingkat nyeri pada anak post operasi soft tissue tumor. Deskriptif dalam bentuk studi kasus yang
dilakukan secara mendalam terhadap suatu keadaan atau kondisi dengan cara sistematis mulai dari melakukan
pengamatan, pengumpulan data, analisis informasi dan pelaporan hasil. Nyeri pada pasien post operasi soft tissue
tumor berkurang setelah dilakukan terapi kompres hangat selama 3 hari. Kesimpulan: Pemberian terapi kompres
hangat dapat menurunkan tingkat nyeri pada anak dengan soft tissue tumor. Pemberian terapi kompres hangat
dapat menurunkan tingkat nyeri pada anak dengan soft tissue tumor. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya
dapat melakukan dengan lebih baik sehingga hasilnya akan lebih sempurna.
Kata kunci: nyeri, kompres hangat, anak post operasi soft tissue tumor.
Creator
Muhamad Ramadhan, *Budi Punjastuti
Date
2022
Contributor
Peri Irawan
Format
pdf
Language
english
Type
text
Files
Collection
Citation
Muhamad Ramadhan, *Budi Punjastuti, “UPAYA MENURUNKAN TINGKAT NYERI DENGAN TERAPI KOMPRES
HANGAT PADA ANAK POST OPERASI SOFT TISSUE TUMOR,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 11, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/13026.
HANGAT PADA ANAK POST OPERASI SOFT TISSUE TUMOR,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 11, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/13026.