PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CEREBRAL PALSY SPASTIC DIPLEGIA DENGAN NEURO DEVELOPMENTAL TREATMENT
Dublin Core
Title
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CEREBRAL PALSY SPASTIC DIPLEGIA DENGAN NEURO DEVELOPMENTAL TREATMENT
Subject
cerebral palsy spastic diplegia, Neuro Developmental Treatment (NDT)
Description
Latar Belakang : masalah utama pada cerebral palsy spastic diplegia adalah anak mengalami kesulitan
untuk berdiri dan berjalan, gangguan keseimbangan, gangguan koordinasi, spastisitas pada kedua
tungkai, kelemahan otot, dan gangguan pola. Gangguan tersebut mengakibatkan anak mengalami
kesulitan saat melakukan aktivitas fungsional. Neuro developmental treatment (NDT) merupakan
pendekatan untuk menangani anak dengan kondisi cerebral palsy. Tujuan : untuk mengetahui
penatalaksanaan fisioterapi pada kasus cerebral palsy spastic diplegia dengan neuro developmental
treatment (NDT). Metode : karya tulis ini menggunakan metode neuro developmental treatment (NDT)
dengan dosis terapi 5x terapi dalam 1 minggu selama 1 bulan. Hasil : tidak terdapat penurunan
spastisitas pada kedua tungkai yang diukur menggunakan modified ashworth scale dan tidak terdapat
peningkatan aktivitas fungsional yang diukur menggunakan GMFCS (gross motor function
classification scale). Kesimpulan : neuro developmental treatment (NDT) belum mampu menurunkan
spastisitas dan meningkatkan aktivitas fungsional anak.
Kata kunci: cerebral palsy spastic diplegia, Neuro Developmental Treatment (NDT)
untuk berdiri dan berjalan, gangguan keseimbangan, gangguan koordinasi, spastisitas pada kedua
tungkai, kelemahan otot, dan gangguan pola. Gangguan tersebut mengakibatkan anak mengalami
kesulitan saat melakukan aktivitas fungsional. Neuro developmental treatment (NDT) merupakan
pendekatan untuk menangani anak dengan kondisi cerebral palsy. Tujuan : untuk mengetahui
penatalaksanaan fisioterapi pada kasus cerebral palsy spastic diplegia dengan neuro developmental
treatment (NDT). Metode : karya tulis ini menggunakan metode neuro developmental treatment (NDT)
dengan dosis terapi 5x terapi dalam 1 minggu selama 1 bulan. Hasil : tidak terdapat penurunan
spastisitas pada kedua tungkai yang diukur menggunakan modified ashworth scale dan tidak terdapat
peningkatan aktivitas fungsional yang diukur menggunakan GMFCS (gross motor function
classification scale). Kesimpulan : neuro developmental treatment (NDT) belum mampu menurunkan
spastisitas dan meningkatkan aktivitas fungsional anak.
Kata kunci: cerebral palsy spastic diplegia, Neuro Developmental Treatment (NDT)
Creator
Sang Ayu Nurmalita Sari*, Yulianto Wahyono, Nitaya Putri Nur Hidayati, Afif Ghufroni
Date
2023
Contributor
Peri Irawan
Format
PDF
Language
ENGLISH
Type
TEXT
Files
Collection
Citation
Sang Ayu Nurmalita Sari*, Yulianto Wahyono, Nitaya Putri Nur Hidayati, Afif Ghufroni, “PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CEREBRAL PALSY SPASTIC DIPLEGIA DENGAN NEURO DEVELOPMENTAL TREATMENT,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 11, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/13090.