Jurnal Keperawatan BSI, Vol. 10 No. 2 September 2022
GAMBARAN SEDENTARY LIFESTYLE PADA REMAJA DI SMA KOTA BANDUNG
Dublin Core
Title
Jurnal Keperawatan BSI, Vol. 10 No. 2 September 2022
GAMBARAN SEDENTARY LIFESTYLE PADA REMAJA DI SMA KOTA BANDUNG
GAMBARAN SEDENTARY LIFESTYLE PADA REMAJA DI SMA KOTA BANDUNG
Subject
Pandemi Covid-19, Remaja, Sedentary lifestyle
Description
Sedentary lifestyle adalah gaya hidup kurang gerak, dimana aktivitas tersebut biasanya
berupa menonton televisi, bermain game hingga berjam-jam, menonton video game, dll.
Aktivitas tersebut banyak dilakukan pada usia sekolah, yang notabenenya adalah remaja.
Terdapat perbedaan angka kejadian sedentary lifestyle pada remaja sebelum dan selama
masa pandemi covid-19. Sedentary lifestyle pada remaja menimbulkan dampak yang serius
apabila tidak ditangani dengan baik. Dampak sedentary lifestyle pada remaja yaitu dapat
mengakibatkan dampak fisik seperti kejadian obesitas, penyakit jantung, hipertensi,
diabetes melitus tipe 2, hiperkolesterolemia, kanker hingga kematian dan dampak
psikologis yang salah satunya adalah depresi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi gambaran sedentary lifestyle pada remaja di masa pandemi covid-19
Metode yang digunakan adalah penelitian jenis deskriptif kuantitatif dengan desain cross
sectional. Teknik pengambilan data menggunakan teknik accidental sampling dengan
sampel 50 remaja (usia 15-18 tahun). Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data
sedentary lifestyle menggunakan Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ),
selain itu menggunakan Physical Activity Questionnaire for Adolescent (PAQ-A) dan Food
Frequency Questionnaire (FFQ) untuk melihat aktivitas fisik dan frekuensi makan remaja
dengan sedentary lifestyle. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dengan
rumus presentase. Hasil penelitian menunjukkan tidak satupun responden yang termasuk
kategori sedentary lifestyle rendah, dan sebagian kecil yaitu sebanyak 8 responden (16%)
termasuk kategori sedentary lifestyle sedang serta hampir seluruh responden termasuk
sedentary lifestyle tinggi sebanyak 42 responden (84%). Kesimpulan: Hampir seluruh
(84%) remaja melakukan sedentary lifestyle dengan kategori tinggi. Diharapkan petugas
kesehatan dan guru yang memegang program UKS dapat memberikan penyuluhan tentang
sedentary lifestyle dan dampak yang ditimbulkan sedentary lifestyle.
Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Remaja, Sedentary lifestyle
berupa menonton televisi, bermain game hingga berjam-jam, menonton video game, dll.
Aktivitas tersebut banyak dilakukan pada usia sekolah, yang notabenenya adalah remaja.
Terdapat perbedaan angka kejadian sedentary lifestyle pada remaja sebelum dan selama
masa pandemi covid-19. Sedentary lifestyle pada remaja menimbulkan dampak yang serius
apabila tidak ditangani dengan baik. Dampak sedentary lifestyle pada remaja yaitu dapat
mengakibatkan dampak fisik seperti kejadian obesitas, penyakit jantung, hipertensi,
diabetes melitus tipe 2, hiperkolesterolemia, kanker hingga kematian dan dampak
psikologis yang salah satunya adalah depresi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi gambaran sedentary lifestyle pada remaja di masa pandemi covid-19
Metode yang digunakan adalah penelitian jenis deskriptif kuantitatif dengan desain cross
sectional. Teknik pengambilan data menggunakan teknik accidental sampling dengan
sampel 50 remaja (usia 15-18 tahun). Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data
sedentary lifestyle menggunakan Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ),
selain itu menggunakan Physical Activity Questionnaire for Adolescent (PAQ-A) dan Food
Frequency Questionnaire (FFQ) untuk melihat aktivitas fisik dan frekuensi makan remaja
dengan sedentary lifestyle. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dengan
rumus presentase. Hasil penelitian menunjukkan tidak satupun responden yang termasuk
kategori sedentary lifestyle rendah, dan sebagian kecil yaitu sebanyak 8 responden (16%)
termasuk kategori sedentary lifestyle sedang serta hampir seluruh responden termasuk
sedentary lifestyle tinggi sebanyak 42 responden (84%). Kesimpulan: Hampir seluruh
(84%) remaja melakukan sedentary lifestyle dengan kategori tinggi. Diharapkan petugas
kesehatan dan guru yang memegang program UKS dapat memberikan penyuluhan tentang
sedentary lifestyle dan dampak yang ditimbulkan sedentary lifestyle.
Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Remaja, Sedentary lifestyle
Creator
Maidartati1
, Sri Hayati2
, Dhestirati Endang Anggraeni3
, Erna Irawan4
, Asma
Damayanti5
, Dwi Ayu Rizkia Silviani6
, Sri Hayati2
, Dhestirati Endang Anggraeni3
, Erna Irawan4
, Asma
Damayanti5
, Dwi Ayu Rizkia Silviani6
Source
https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/keperawatan/index
Date
september 2022
Contributor
peri irawan
Format
pdf
Language
indonesia
Type
text
Files
Citation
Maidartati1
, Sri Hayati2
, Dhestirati Endang Anggraeni3
, Erna Irawan4
, Asma
Damayanti5
, Dwi Ayu Rizkia Silviani6, “Jurnal Keperawatan BSI, Vol. 10 No. 2 September 2022
GAMBARAN SEDENTARY LIFESTYLE PADA REMAJA DI SMA KOTA BANDUNG,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 4, 2025, https://repository.horizon.ac.id/items/show/1630.
GAMBARAN SEDENTARY LIFESTYLE PADA REMAJA DI SMA KOTA BANDUNG,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 4, 2025, https://repository.horizon.ac.id/items/show/1630.