HUBUNGAN KESTABILAN EMOSI TERHADAP STRES AKADEMIK PADA REMAJA
Dublin Core
Title
HUBUNGAN KESTABILAN EMOSI TERHADAP STRES AKADEMIK PADA REMAJA
Subject
Remaja, Stres akademik, kestabilan emosi remaja
Description
Pendahuluan: Remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri mereka daripada pikiran yang
realistis. Meskipun meningkatnya kemampuan kognitif dan kesadaran dari remaja dapat
membuat mereka mengatasi stres dan emosional secara efektif, banyak remaja yang tidak
dapat mengelola emosinya secara efektif. Sebagai akibatnya mereka rentan marah, kurang
mampu mengendalikan emosi, yang selanjutnya dapat memicu munculnya berbagai masalah
dengan emosi negatifnya. Tujuan Penelitian : mengetahui adakah hubungan stres akademik
terhadap kestabilan emosi remaja. Metode Penelitian : Penelitian deskriptif kuantitatif
dengan uji chi-square, teknik pengambilan data dengan purposive sampling menggunakan
kuesioner kestabilan emosi dan stress akademik. Sampel penelitian ini adalah siswa SMAN
SP 1 Padang dengan jumlah 82 responden. Hasil : 82 responden menunjukkan kestabilan
emosi stabil sebanyak 41 responden (50,0%) dan kestabilan emosi tidak stabil sebanyak 41
responden (50,0%), dari total 82 responden menunjukkan bahwa Stres akademik kategori
tidak sebanyak 32 responden (39,0%), dan kategori ya sebanyak 50 responden (61,0%).
Pada uji Chi Square diperoleh nilai p value = 0,365 (p value > 0,05), sehingga H0 di tolak
berarti secara statistik tidak terdapat hubungan yang bermakna antar kestabilan emosi
dengan stres akademik remaja. Diskusi : stres akademik pada remaja dapat dipengaruhi
oleh berbagai faktor diantaranya pola fikir, tekanan berprestasi tinggi, dan pelajaran yang
lebih padat, serta kestabilan emosi. Kestabilan emosi pada remaja perlu dijaga untuk
mempertahankan proses akademik yang baik
realistis. Meskipun meningkatnya kemampuan kognitif dan kesadaran dari remaja dapat
membuat mereka mengatasi stres dan emosional secara efektif, banyak remaja yang tidak
dapat mengelola emosinya secara efektif. Sebagai akibatnya mereka rentan marah, kurang
mampu mengendalikan emosi, yang selanjutnya dapat memicu munculnya berbagai masalah
dengan emosi negatifnya. Tujuan Penelitian : mengetahui adakah hubungan stres akademik
terhadap kestabilan emosi remaja. Metode Penelitian : Penelitian deskriptif kuantitatif
dengan uji chi-square, teknik pengambilan data dengan purposive sampling menggunakan
kuesioner kestabilan emosi dan stress akademik. Sampel penelitian ini adalah siswa SMAN
SP 1 Padang dengan jumlah 82 responden. Hasil : 82 responden menunjukkan kestabilan
emosi stabil sebanyak 41 responden (50,0%) dan kestabilan emosi tidak stabil sebanyak 41
responden (50,0%), dari total 82 responden menunjukkan bahwa Stres akademik kategori
tidak sebanyak 32 responden (39,0%), dan kategori ya sebanyak 50 responden (61,0%).
Pada uji Chi Square diperoleh nilai p value = 0,365 (p value > 0,05), sehingga H0 di tolak
berarti secara statistik tidak terdapat hubungan yang bermakna antar kestabilan emosi
dengan stres akademik remaja. Diskusi : stres akademik pada remaja dapat dipengaruhi
oleh berbagai faktor diantaranya pola fikir, tekanan berprestasi tinggi, dan pelajaran yang
lebih padat, serta kestabilan emosi. Kestabilan emosi pada remaja perlu dijaga untuk
mempertahankan proses akademik yang baik
Creator
Syarifah Sahabiyah Shahab, Ayu Dekawaty, Yuniza
Source
https://jmm.ikestmp.ac.id
Publisher
Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Inovasi (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang
Date
Desember 2022
Contributor
Sri Wahyuni
Rights
ISSN: 2301-8631 (Print) dan ISSN: 2654-8658 (Online)
Format
PDF
Language
Indonesian
Type
Text
Files
Collection
Citation
Syarifah Sahabiyah Shahab, Ayu Dekawaty, Yuniza, “HUBUNGAN KESTABILAN EMOSI TERHADAP STRES AKADEMIK PADA REMAJA,” Repository Horizon University Indonesia, accessed February 21, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/11386.