Hubungan Antara Tingkat Fatique Dengan Self Care Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) Yang Menjalani Hemodialisa Di RS Pusri Palembang
Dublin Core
Title
Hubungan Antara Tingkat Fatique Dengan Self Care Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) Yang Menjalani Hemodialisa Di RS Pusri Palembang
Subject
Penyakit Ginjal Kronis, PGK, Hemodialisa, Fatigue, Kelemahan, Self Care
Description
Latar Belakang : Hemodialisis merupakan manajemen terapi yang dapat fiberikan kepada pasien
Penyakit Ginjal Kronik (PGK) yang berfungsi sebagai pengganti ginjal, dan dapat berlangsung
seumur hidup. Data Indonesian Renal Registry (IRR) tahun 2018 mencatat 66.433 pasien baru dan
aktif menjalani hemodialisis. Umumnya terapi hemodialisis berdampak pada berbagai komplikasi
fisik, seperti kelelahan. Pasien penyakit ginjal kronis dengan kelelahan, kelemahan, dan kehilangan
energi dapat mempengaruhi perawatan diri. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara tingkat
Fatigue dengan Self Care pada pasien PGK yang menjalani Hemodialisa Metode : Desain dalam
penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional menggunakan analisis chi
square. Total sampling digunakan untuk mengukur kelelahan, juga indeks CKD perawatan diri.
Penelitian ini ditindaklanjuti dengan izin etik No: 0159/KEPK/Adm2/II/2022. Hasil : Nilai P sebesar
0,001 (P Value 0,05) terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kelelahan dengan perawatan
diri pada pasien penyakit ginjal kronik selama hemodialisa. Kesimpulan : Semakin tinggi fatique
yang dirasakan pasien penyakit ginjal kronis, maka semakin tinggi pula tingkat ketergantungan
pasien tersebut. Kami juga menyarankan perlunya lebih mengeksplorasi faktor-faktor yang
mempengaruhi tingkat kelelahan dan tingkat ketergantungan.
Penyakit Ginjal Kronik (PGK) yang berfungsi sebagai pengganti ginjal, dan dapat berlangsung
seumur hidup. Data Indonesian Renal Registry (IRR) tahun 2018 mencatat 66.433 pasien baru dan
aktif menjalani hemodialisis. Umumnya terapi hemodialisis berdampak pada berbagai komplikasi
fisik, seperti kelelahan. Pasien penyakit ginjal kronis dengan kelelahan, kelemahan, dan kehilangan
energi dapat mempengaruhi perawatan diri. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara tingkat
Fatigue dengan Self Care pada pasien PGK yang menjalani Hemodialisa Metode : Desain dalam
penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional menggunakan analisis chi
square. Total sampling digunakan untuk mengukur kelelahan, juga indeks CKD perawatan diri.
Penelitian ini ditindaklanjuti dengan izin etik No: 0159/KEPK/Adm2/II/2022. Hasil : Nilai P sebesar
0,001 (P Value 0,05) terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kelelahan dengan perawatan
diri pada pasien penyakit ginjal kronik selama hemodialisa. Kesimpulan : Semakin tinggi fatique
yang dirasakan pasien penyakit ginjal kronis, maka semakin tinggi pula tingkat ketergantungan
pasien tersebut. Kami juga menyarankan perlunya lebih mengeksplorasi faktor-faktor yang
mempengaruhi tingkat kelelahan dan tingkat ketergantungan.
Creator
Joko Tri Wahyud, Indri Maharani, Yulius Tiranda
Source
https://jmm.ikestmp.ac.id
Publisher
Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Inovasi (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang
Date
Desember 2022
Contributor
Sri Wahyuni
Rights
ISSN: 2301-8631 (Print) dan ISSN: 2654-8658 (Online)
Format
PDF
Language
Indonesian
Type
Text
Files
Collection
Citation
Joko Tri Wahyud, Indri Maharani, Yulius Tiranda, “Hubungan Antara Tingkat Fatique Dengan Self Care Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) Yang Menjalani Hemodialisa Di RS Pusri Palembang,” Repository Horizon University Indonesia, accessed February 21, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/11387.