ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA PERAIRAN DI KECAMATAN MOROSI KABUPATEN KONAWE
ANALYSIS OF HEAVY METAL CONTENT IN WATER IN MOROSI SUBDISTRICT, KONAWE REGENCY
Dublin Core
Title
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA PERAIRAN DI KECAMATAN MOROSI KABUPATEN KONAWE
ANALYSIS OF HEAVY METAL CONTENT IN WATER IN MOROSI SUBDISTRICT, KONAWE REGENCY
ANALYSIS OF HEAVY METAL CONTENT IN WATER IN MOROSI SUBDISTRICT, KONAWE REGENCY
Subject
Logam berat, Fe, Cr-VI, Cu, Hg, Morosi, pencemaran perairan
Description
Pendahuluan: Kabupaten Konawe di Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan wilayah dengan
potensi sumber daya mineral yang besar, khususnya nikel. Aktivitas pertambangan nikel di
Kecamatan Morosi memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, namun juga berpotensi
menimbulkan pencemaran lingkungan, terutama pada perairan sungai. Pencemaran logam berat
seperti Fe, Cr-VI, Cu, dan Hg menjadi perhatian penting karena bersifat toksik, persisten, serta
mampu mengalami bioakumulasi dalam organisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
kandungan logam berat pada perairan Kecamatan Morosi Metode: Penelitian dilaksanakan pada
bulan November 2025 di lima stasiun pengamatan yang dipilih secara purposive berdasarkan
aktivitas di sekitar sungai. Logam berat yang diukur yaitu Fe, Cr-VI, Cu, dan Hg. Pengukuran
dilakukan secara langsung di lapangan (in situ) menggunakan kit uji logam berat dan hasil
pengukuran dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel untuk menghitung
konsentrasi logam berat dan membandingkannya dengan baku mutu. Hasil: Konsentrasi logam
berat di perairan Morosi menunjukkan variasi antar stasiun dan sebagian telah melampaui baku
mutu. Kandungan Fe berkisar antara 0,6–3,6 mg/L, Cr-VI 0–0,6 mg/L, Cu 0–2,6 mg/L, dan Hg 0–
0,35 mg/L. Stasiun 4 merupakan lokasi dengan tingkat pencemaran tertinggi, dengan konsentrasi
Fe (3,6 mg/L), Cu (2,6 mg/L), dan Hg (0,35 mg/L) yang jauh melebihi ambang batas. Tingginya
konsentrasi logam berat tersebut menunjukkan pengaruh nyata aktivitas pertambangan nikel,
pembuangan limbah industri, serta limbah domestik yang tidak diolah. Diskusi: Peningkatan
konsentrasi Fe, Cr-VI, Cu, dan Hg yang melampaui baku mutu, khususnya pada Stasiun 4,
mencerminkan tekanan lingkungan yang signifikan akibat aktivitas antropogenik. Akumulasi
logam berat tersebut berpotensi menurunkan kualitas perairan, mengganggu biota akuatik, serta
meningkatkan risiko kesehatan masyarakat yang memanfaatkan air dan biota dari perairan
Morosi.
potensi sumber daya mineral yang besar, khususnya nikel. Aktivitas pertambangan nikel di
Kecamatan Morosi memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, namun juga berpotensi
menimbulkan pencemaran lingkungan, terutama pada perairan sungai. Pencemaran logam berat
seperti Fe, Cr-VI, Cu, dan Hg menjadi perhatian penting karena bersifat toksik, persisten, serta
mampu mengalami bioakumulasi dalam organisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
kandungan logam berat pada perairan Kecamatan Morosi Metode: Penelitian dilaksanakan pada
bulan November 2025 di lima stasiun pengamatan yang dipilih secara purposive berdasarkan
aktivitas di sekitar sungai. Logam berat yang diukur yaitu Fe, Cr-VI, Cu, dan Hg. Pengukuran
dilakukan secara langsung di lapangan (in situ) menggunakan kit uji logam berat dan hasil
pengukuran dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel untuk menghitung
konsentrasi logam berat dan membandingkannya dengan baku mutu. Hasil: Konsentrasi logam
berat di perairan Morosi menunjukkan variasi antar stasiun dan sebagian telah melampaui baku
mutu. Kandungan Fe berkisar antara 0,6–3,6 mg/L, Cr-VI 0–0,6 mg/L, Cu 0–2,6 mg/L, dan Hg 0–
0,35 mg/L. Stasiun 4 merupakan lokasi dengan tingkat pencemaran tertinggi, dengan konsentrasi
Fe (3,6 mg/L), Cu (2,6 mg/L), dan Hg (0,35 mg/L) yang jauh melebihi ambang batas. Tingginya
konsentrasi logam berat tersebut menunjukkan pengaruh nyata aktivitas pertambangan nikel,
pembuangan limbah industri, serta limbah domestik yang tidak diolah. Diskusi: Peningkatan
konsentrasi Fe, Cr-VI, Cu, dan Hg yang melampaui baku mutu, khususnya pada Stasiun 4,
mencerminkan tekanan lingkungan yang signifikan akibat aktivitas antropogenik. Akumulasi
logam berat tersebut berpotensi menurunkan kualitas perairan, mengganggu biota akuatik, serta
meningkatkan risiko kesehatan masyarakat yang memanfaatkan air dan biota dari perairan
Morosi.
Creator
Nurcahyani, Asni
Source
https://jmm.ikestmp.ac.id
Publisher
Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Inovasi (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang
Date
December 2025
Contributor
Sri Wahyuni
Rights
2301-8631 (Print) dan ISSN: 2654-8658 (Online)
Format
PDF
Language
Indonesian
Type
Text
Files
Collection
Citation
Nurcahyani, Asni, “ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA PERAIRAN DI KECAMATAN MOROSI KABUPATEN KONAWE
ANALYSIS OF HEAVY METAL CONTENT IN WATER IN MOROSI SUBDISTRICT, KONAWE REGENCY,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 26, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/11726.
ANALYSIS OF HEAVY METAL CONTENT IN WATER IN MOROSI SUBDISTRICT, KONAWE REGENCY,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 26, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/11726.