Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik Eksaserbasi Akut Di Instalasi Rawat Inap RSUD Ajibarang
Dublin Core
Title
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik Eksaserbasi Akut Di Instalasi Rawat Inap RSUD Ajibarang
Subject
Evaluasi, Antibiotik, PPOK, Rawat Inap, RSUD Ajibarang
Description
Abstrak: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit yang umum, dapat dicegah, dan diobati
yang ditandai dengan gejala pernapasan persisten dan keterbatasan aliran udara karena kelainan pada saluran
napas atau alveoli. Gejala PPOK meliputi dispenea kronis atau progresif, batuk dengan produksi sputum dan
infeksi saluran pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik pada
pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di RSUD Ajibarang dengan mengkaji parameter tepat indikasi,
tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, dan tepat rute .Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan
teknik pegambilan sampel total sampling menggunakan data rekam medis pasien PPOK di instalasi rawat inap
di RSUD Ajibarang. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini laki-laki lebih banyak terinfeksi PPOK dengan
kelompok usia lebih banyak 68 tahun keatas sebanyak 37 pasien (57,81%) dan 60 tahun sebanyak 17 pasien
(26,56%). Profil penggunaan antibiotik pada pasien PPOK di RSUD Ajibarang tahun 2022 yaitu terdapat tujuh
jenis antibiotik meliputi ceftriaxone, azithromycin, cefixime, cefadroxil, levofloxacin, dan cafazolin. evaluasi
rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien PPOK eksaserbasi akut dapat di simpulkan bahwa hasil evaluasi
penggunaan antibiotik pada pasien PPOK eksaserbasi akut yaitu 100% tepat indikasi, 100% tepat obat, 89,06%
tepat dosis, 100% tepat pasien dan 100% tepat rute pemberian. Kesimpulan penelitian adalah antibiotik yang
paling banyak digunakan yaitu injeksi ceftriaxone sebanyak 15 pasien (23,43%). kerasionalan penggunaan antibiotik pada pasien PPOK menunjukan presentase sebesar 89,06%.
yang ditandai dengan gejala pernapasan persisten dan keterbatasan aliran udara karena kelainan pada saluran
napas atau alveoli. Gejala PPOK meliputi dispenea kronis atau progresif, batuk dengan produksi sputum dan
infeksi saluran pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik pada
pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di RSUD Ajibarang dengan mengkaji parameter tepat indikasi,
tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, dan tepat rute .Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan
teknik pegambilan sampel total sampling menggunakan data rekam medis pasien PPOK di instalasi rawat inap
di RSUD Ajibarang. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini laki-laki lebih banyak terinfeksi PPOK dengan
kelompok usia lebih banyak 68 tahun keatas sebanyak 37 pasien (57,81%) dan 60 tahun sebanyak 17 pasien
(26,56%). Profil penggunaan antibiotik pada pasien PPOK di RSUD Ajibarang tahun 2022 yaitu terdapat tujuh
jenis antibiotik meliputi ceftriaxone, azithromycin, cefixime, cefadroxil, levofloxacin, dan cafazolin. evaluasi
rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien PPOK eksaserbasi akut dapat di simpulkan bahwa hasil evaluasi
penggunaan antibiotik pada pasien PPOK eksaserbasi akut yaitu 100% tepat indikasi, 100% tepat obat, 89,06%
tepat dosis, 100% tepat pasien dan 100% tepat rute pemberian. Kesimpulan penelitian adalah antibiotik yang
paling banyak digunakan yaitu injeksi ceftriaxone sebanyak 15 pasien (23,43%). kerasionalan penggunaan antibiotik pada pasien PPOK menunjukan presentase sebesar 89,06%.
Creator
Rofik Kholid, Arinda Nur Cahyani, dan Dina Aulia
Source
https://prosiding.arikesi.or.id
Publisher
Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia
Date
Juni 2024
Contributor
Sri Wahyuni
Format
PDF
Language
Indonesian
Type
Text
Files
Citation
Rofik Kholid, Arinda Nur Cahyani, dan Dina Aulia, “Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik Eksaserbasi Akut Di Instalasi Rawat Inap RSUD Ajibarang,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 11, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/12166.