Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Self Medication Penggunaan Obat Anti Inflamasi Nonsteroid (Oains) Pada Pasien Sakit Gigi Di Apotek Kahuripan Cilacap
Dublin Core
Title
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Self Medication Penggunaan Obat Anti Inflamasi Nonsteroid (Oains) Pada Pasien Sakit Gigi Di Apotek Kahuripan Cilacap
Subject
Swamedikasi, Obat AINS, Gambaran Pengetahuan, Apotek Kahuripan
Description
Abstrak: Swamedikasi adalah perilaku masyarakat yang mengkonsumsi obat secara mandiri berdasarkan
diagnosis yang dialami untuk mengobati penyakit ringan. Swamedikasi memiliki beberapa keuntungan, namun
swamedikasi juga memiliki risiko jika dilakukan dengan ketidaktepatan. Pada survei sosial ekonomi nasional
tahun 2019 di Indonesia, ditemukan bahwa 71,46% masyarakat melakukan swamedikasi, sedangkan hanya
28,54% yang berobat ke dokter. Keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat dapat
menyebabkan kesalahan dalam pengobatan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh hubungan tingkat
pengetahuan masyarakat dengan penggunaan OAINS pada pasien sakit gigi, dan mengetahui gambaran
pengetahuan masyarakat tentang penggunaan OAINS pada pasien sakit gigi. Jenis penelitian ini adalah
penelitian korelasi analitik dengan metode rancangan studi desain cross sectional yang dilakukan tanpa adanya
intervensi atau perlakuan selama penelitian dan pengambilan data dilakukan satu kali dalam satu waktu.
Penelitian dilaksanakan di Apotek Kahuripan Cilacap. Tingkat pengetahuan swamedikasi pasien mempengaruhi
perilaku swamedikasi pasien. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat di Desa Kuripan Kabupaten
Cilacap berdasarkan pertanyaan tentang swamedikasi OAINS tergolong dalam pengetahuan yang cukup dengan
jumlah 75 responden (54%), tingkat pengetahuan kurang dengan jumlah 52 responden (37,4%), dan tingkat
pengetahuan baik dengan jumlah 12 responden (8,6%). Temuan studi menunjukan tingkat pengetahuan dalam
swamedikasi penggunaan OAINS pasien di Apotek Kahuripan Kabupaten Cilacap tergolong dalam tingkat pengetahuan cukup.
diagnosis yang dialami untuk mengobati penyakit ringan. Swamedikasi memiliki beberapa keuntungan, namun
swamedikasi juga memiliki risiko jika dilakukan dengan ketidaktepatan. Pada survei sosial ekonomi nasional
tahun 2019 di Indonesia, ditemukan bahwa 71,46% masyarakat melakukan swamedikasi, sedangkan hanya
28,54% yang berobat ke dokter. Keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat dapat
menyebabkan kesalahan dalam pengobatan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh hubungan tingkat
pengetahuan masyarakat dengan penggunaan OAINS pada pasien sakit gigi, dan mengetahui gambaran
pengetahuan masyarakat tentang penggunaan OAINS pada pasien sakit gigi. Jenis penelitian ini adalah
penelitian korelasi analitik dengan metode rancangan studi desain cross sectional yang dilakukan tanpa adanya
intervensi atau perlakuan selama penelitian dan pengambilan data dilakukan satu kali dalam satu waktu.
Penelitian dilaksanakan di Apotek Kahuripan Cilacap. Tingkat pengetahuan swamedikasi pasien mempengaruhi
perilaku swamedikasi pasien. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat di Desa Kuripan Kabupaten
Cilacap berdasarkan pertanyaan tentang swamedikasi OAINS tergolong dalam pengetahuan yang cukup dengan
jumlah 75 responden (54%), tingkat pengetahuan kurang dengan jumlah 52 responden (37,4%), dan tingkat
pengetahuan baik dengan jumlah 12 responden (8,6%). Temuan studi menunjukan tingkat pengetahuan dalam
swamedikasi penggunaan OAINS pasien di Apotek Kahuripan Kabupaten Cilacap tergolong dalam tingkat pengetahuan cukup.
Creator
Eko Hidayaturrohman Khumaeni, Dyah Ayu Widowati, dan Dwi Priyo Santoso
Source
https://prosiding.arikesi.or.id
Publisher
Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia
Date
Juni 2024
Contributor
Sri Wahyuni
Format
PDF
Language
Indonesian
Type
Text
Files
Citation
Eko Hidayaturrohman Khumaeni, Dyah Ayu Widowati, dan Dwi Priyo Santoso, “Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Self Medication Penggunaan Obat Anti Inflamasi Nonsteroid (Oains) Pada Pasien Sakit Gigi Di Apotek Kahuripan Cilacap,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 11, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/12179.