Validasi Metode Identifikasi Fenilbutazon dan Deksametason dalam Jamu Pegal Linu secara Kromatografi Lapis Tipis-Densitometri
Dublin Core
Title
Validasi Metode Identifikasi Fenilbutazon dan Deksametason dalam Jamu Pegal Linu secara Kromatografi Lapis Tipis-Densitometri
Subject
Bahan Kimia Obat, Sediaan Herbal, TLC
Description
Abstrak. Jamu sebagai obat tradisional dilarang mengandung bahan kimia obat (BKO) di dalamnya oleh Badan
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pada Oktober 2022, BPOM mengeluarkan public warning yang
menemukan adanya jamu pegal linu yang mengandung fenilbutazon dan deksametason. Tujuan dari penelitian
ini untuk memperoleh metode yang valid untuk identifikasi fenilbutazon dan deksametason dalam jamu pegal linu.
Pada penelitian ini, metode diaplikasikan pada 10 merk sampel jamu pegal linu. Sampel diekstraksi dengan
metanol kemudian ditotolkan sebanyak 5 μl pada plat silika gel 60 F254 dan dieluasi dengan fase gerak terpilih
yaitu etil asetat : metanol : amonia (8,5 : 1 : 0,5, v/v/v). Noda akan diamati dengan densitometer pada λ 240 nm.
Fenilbutazon muncul pada Rf 0,33 dan deksametason pada Rf 0,77 dengan nilai resolusi (Rs) 5,8. Batas deteksi
dari fenilbutazon yaitu 8,5307 μg/ml (0,1706 mg/600 mg kapsul) dan deksametason 8,7611 μg/ml (0,1752/600 mg
kapsul). Hasil yang diperoleh 2 merek positif mengandung fenilbutazon dan deksametason serta 6 sampel positif mengandung deksametason.
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pada Oktober 2022, BPOM mengeluarkan public warning yang
menemukan adanya jamu pegal linu yang mengandung fenilbutazon dan deksametason. Tujuan dari penelitian
ini untuk memperoleh metode yang valid untuk identifikasi fenilbutazon dan deksametason dalam jamu pegal linu.
Pada penelitian ini, metode diaplikasikan pada 10 merk sampel jamu pegal linu. Sampel diekstraksi dengan
metanol kemudian ditotolkan sebanyak 5 μl pada plat silika gel 60 F254 dan dieluasi dengan fase gerak terpilih
yaitu etil asetat : metanol : amonia (8,5 : 1 : 0,5, v/v/v). Noda akan diamati dengan densitometer pada λ 240 nm.
Fenilbutazon muncul pada Rf 0,33 dan deksametason pada Rf 0,77 dengan nilai resolusi (Rs) 5,8. Batas deteksi
dari fenilbutazon yaitu 8,5307 μg/ml (0,1706 mg/600 mg kapsul) dan deksametason 8,7611 μg/ml (0,1752/600 mg
kapsul). Hasil yang diperoleh 2 merek positif mengandung fenilbutazon dan deksametason serta 6 sampel positif mengandung deksametason.
Creator
Imelda Rindiantyas, Diana, Henry Kurnia Setiawan
Source
https://prosiding.arikesi.or.id
Publisher
Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia
Date
Juni 2024
Contributor
Sri Wahyuni
Format
PDF
Language
Indonesian
Type
Text
Files
Citation
Imelda Rindiantyas, Diana, Henry Kurnia Setiawan, “Validasi Metode Identifikasi Fenilbutazon dan Deksametason dalam Jamu Pegal Linu secara Kromatografi Lapis Tipis-Densitometri,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 11, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/12180.