ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR REKAM MEDIS PASIEN UMUM DI PUSKESMAS MLATI I SLEMAN
Dublin Core
Title
ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR REKAM MEDIS PASIEN UMUM DI PUSKESMAS MLATI I SLEMAN
Subject
kelengkapan, formulir rekam medis
Description
Rekam medis merupakan dokumen yang berisikan data identitas pasien, pemeriksaan,
pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien serta memuat
informasi yang cukup untuk mengidentifikasi pasien membenarkan diagnosa dan pengobatan.
Kelengkapan rekam medis yaitu kajian atau telaah isi rekam medis berkaitan dengan
pendokumentasian, pelayanan atau menilai kelengkapan rekam medis. Berdasarkan hasil studi
pendahuluan yang dilakukan pada 1 desember 2021 diperoleh kelengkapan pengisian formulir
rekam medis pasien umum untuk kelengkapan identitas pasien 100%, anamnese 100%, vital sign
70%, pemeriksaan/diagnosa 100%, pengobatan terapi 100%, keterangan untuk diagnosa penyakit
baru dan lama 60%, tanda tangan dan nama 80% dan untuk pendokumentasian yang benar
dengan pemberian garis tetap pada area kosong belum terlaksana mencapai 37%. Tujuan dalam
penelitian untuk mengetahui pelaksanaan, mengetahui persentase kelengkapan, mengetahui faktor
ketidaklengkapan pengisian formulir rekam medis pasien umum di Puskemas Mlati I Sleman. Jenis
penelitian ini berupa diskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Populasi subjek dalam
penelitian ini sejumlah 5 dokter, 6 perawat, 2 perekam medis dan populasi objek pada bulan
oktober sampai desember sebanyak 4434 formulir rekam medis pasien umum. Sampel subjek
sejumlah 5 orang terdiri dari 2 dokter, 2 perawat, 1 perekam medis dan sampel objek sebanyak 98
formulir rekam medis pasien umum. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi
pasif, wawancara semi terstruktur dan studi dokumentasi. Uji validitas menggunakan triangulasi
sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pengisian formulir
rekam medis pasien umum yang tidak lengkap akan membuat dokter melakukan pemeriksaan
ulang kepada pasien dan membuat perawat kesulitan dalam memasukkan data ke SIMPUS.
Persentase kelengkapan formulir rekam medis pasien umum diperoleh kelengkapan identifikasi
96%, kelengkapan laporan penting 58%, kelengkapan autentikasi 91%, dan pendokumentasian
yang benar 82% untuk pemberian garis tetap pada area yang kosong belum dilakukan sedangkan
untuk faktor ketidaklengkapan dari segi man disebabkan kelalaian petugas medis, faktor machines
disebabkan karena sistem yang sering eror, faktor methods SPO akan berjalan secara efektif dan
efisien jika waktunya ada untuk setiap petugas, pada faktor materials form rekam medis sudah
sesuai dengan standar yang sudah diterapkan, dan faktor money belum adanya reward dan
punishment terkait dengan kelengapan rekam medis, faktor motivation yaitu kurangnya motivation petugas medis terkait dengan kelengkapan rekam medis.
pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien serta memuat
informasi yang cukup untuk mengidentifikasi pasien membenarkan diagnosa dan pengobatan.
Kelengkapan rekam medis yaitu kajian atau telaah isi rekam medis berkaitan dengan
pendokumentasian, pelayanan atau menilai kelengkapan rekam medis. Berdasarkan hasil studi
pendahuluan yang dilakukan pada 1 desember 2021 diperoleh kelengkapan pengisian formulir
rekam medis pasien umum untuk kelengkapan identitas pasien 100%, anamnese 100%, vital sign
70%, pemeriksaan/diagnosa 100%, pengobatan terapi 100%, keterangan untuk diagnosa penyakit
baru dan lama 60%, tanda tangan dan nama 80% dan untuk pendokumentasian yang benar
dengan pemberian garis tetap pada area kosong belum terlaksana mencapai 37%. Tujuan dalam
penelitian untuk mengetahui pelaksanaan, mengetahui persentase kelengkapan, mengetahui faktor
ketidaklengkapan pengisian formulir rekam medis pasien umum di Puskemas Mlati I Sleman. Jenis
penelitian ini berupa diskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Populasi subjek dalam
penelitian ini sejumlah 5 dokter, 6 perawat, 2 perekam medis dan populasi objek pada bulan
oktober sampai desember sebanyak 4434 formulir rekam medis pasien umum. Sampel subjek
sejumlah 5 orang terdiri dari 2 dokter, 2 perawat, 1 perekam medis dan sampel objek sebanyak 98
formulir rekam medis pasien umum. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi
pasif, wawancara semi terstruktur dan studi dokumentasi. Uji validitas menggunakan triangulasi
sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pengisian formulir
rekam medis pasien umum yang tidak lengkap akan membuat dokter melakukan pemeriksaan
ulang kepada pasien dan membuat perawat kesulitan dalam memasukkan data ke SIMPUS.
Persentase kelengkapan formulir rekam medis pasien umum diperoleh kelengkapan identifikasi
96%, kelengkapan laporan penting 58%, kelengkapan autentikasi 91%, dan pendokumentasian
yang benar 82% untuk pemberian garis tetap pada area yang kosong belum dilakukan sedangkan
untuk faktor ketidaklengkapan dari segi man disebabkan kelalaian petugas medis, faktor machines
disebabkan karena sistem yang sering eror, faktor methods SPO akan berjalan secara efektif dan
efisien jika waktunya ada untuk setiap petugas, pada faktor materials form rekam medis sudah
sesuai dengan standar yang sudah diterapkan, dan faktor money belum adanya reward dan
punishment terkait dengan kelengapan rekam medis, faktor motivation yaitu kurangnya motivation petugas medis terkait dengan kelengkapan rekam medis.
Creator
Syarah Mazaya F, Vidya Widowati, Meida Kristiana
Source
www.sikesnas,fikes .udb.ac.id
Publisher
Universitas Duta Bangsa Surakarta
Date
25 Juni 2023
Contributor
Sri Wahyuni
Rights
e-ISSN : 2964-674X
Format
PDF
Language
Indonesian
Type
Text
Files
Citation
Syarah Mazaya F, Vidya Widowati, Meida Kristiana, “ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR REKAM MEDIS PASIEN UMUM DI PUSKESMAS MLATI I SLEMAN,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 25, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/12518.