ANALISIS KETEPATAN KODE DIAGNOSIS DIABETES MELLITUS BERDASARKAN ICD-10 PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS PLERET BANTUL
Dublin Core
Title
ANALISIS KETEPATAN KODE DIAGNOSIS DIABETES MELLITUS BERDASARKAN ICD-10 PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS PLERET BANTUL
Subject
Analisis ketepatan, Kode diagnosis, ICD-10
Description
Klasifikasi penyakit adalah kegiatan mengelompokkan penyakit-penyakit dan prosedurprosedur yang sejenis berdasarkan ICD-10 (International Statistical Classification of Disease and
Related Health Problems Tenth Revision). Analisis ketepatan kode diagnosis sangat penting
karena apabila kode tidak tepat atau tidak sesuai dengan ICD-10 akan mempengaruhi laporan
sepuluh besar penyakit serta turunnya mutu pelayanan di Puskesmas. Berdasarkan studi
pendahuluan di Puskesmas Pleret Bantuk pada 10 rekam medis pasien diabetes mellitus (100%)
yang hanya dikode sampai karakter ketiga dan 0 rekam medis (0%) yang dikode sampai karakter
keempat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses pemberian kode diagnosis diabetes
mellitus, menghitung persentase ketepatan kode diagnosis diabetes mellitus serta mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaktepatan pemberian kode diagnosis diabetes mellitus
pasien rawat jalan di Puskesmas Pleret Bantul. Jenis penelitian ini menggunakan metode
penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, rancangan yang digunakan adalah survei cross
sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah dokter, perawat, kepala rekam medis dan petugas
rekam medis. Objek dalam penelitian ini adalah rekam medis diabetes mellitus pasien rawat jalan
periode bulan Oktober sampai dengan Desember tahun 2021 dengan sampel 66 rekam medis.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan studi
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengkodean diagnosis di Puskesmas Pleret
Bantul dilakukan oleh dokter dan perawat pada masing-masing poliklinik. Jumlah kode diagnosis
diabetes mellitus yang tepat sebesar 0% dan yang tidak tepat sebesar 100%. Faktor penyebab
ketidaktepatan kode diagnosis diabetes mellitus yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum
sesuai kompetensi, belum pernah dilakukan evaluasi berupa audit koding dan pelatihan khusus
terkait pengkodean, belum adanya anggaran biaya pelatihan khusus terkait pengkodean, pada
SIMPUS masih terdapat kode yang hanya dikode sampai digit ke-3, belum adanya SOP yang
mengatur terkait pengkodean serta belum optimalnya penggunaan ICD-10 dalam proses
pengkodean.
Related Health Problems Tenth Revision). Analisis ketepatan kode diagnosis sangat penting
karena apabila kode tidak tepat atau tidak sesuai dengan ICD-10 akan mempengaruhi laporan
sepuluh besar penyakit serta turunnya mutu pelayanan di Puskesmas. Berdasarkan studi
pendahuluan di Puskesmas Pleret Bantuk pada 10 rekam medis pasien diabetes mellitus (100%)
yang hanya dikode sampai karakter ketiga dan 0 rekam medis (0%) yang dikode sampai karakter
keempat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses pemberian kode diagnosis diabetes
mellitus, menghitung persentase ketepatan kode diagnosis diabetes mellitus serta mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaktepatan pemberian kode diagnosis diabetes mellitus
pasien rawat jalan di Puskesmas Pleret Bantul. Jenis penelitian ini menggunakan metode
penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, rancangan yang digunakan adalah survei cross
sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah dokter, perawat, kepala rekam medis dan petugas
rekam medis. Objek dalam penelitian ini adalah rekam medis diabetes mellitus pasien rawat jalan
periode bulan Oktober sampai dengan Desember tahun 2021 dengan sampel 66 rekam medis.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan studi
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengkodean diagnosis di Puskesmas Pleret
Bantul dilakukan oleh dokter dan perawat pada masing-masing poliklinik. Jumlah kode diagnosis
diabetes mellitus yang tepat sebesar 0% dan yang tidak tepat sebesar 100%. Faktor penyebab
ketidaktepatan kode diagnosis diabetes mellitus yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum
sesuai kompetensi, belum pernah dilakukan evaluasi berupa audit koding dan pelatihan khusus
terkait pengkodean, belum adanya anggaran biaya pelatihan khusus terkait pengkodean, pada
SIMPUS masih terdapat kode yang hanya dikode sampai digit ke-3, belum adanya SOP yang
mengatur terkait pengkodean serta belum optimalnya penggunaan ICD-10 dalam proses
pengkodean.
Creator
Agung Dwi Saputro, Siti Julia
Source
www.sikesnas,fikes .udb.ac.id
Publisher
Universitas Duta Bangsa Surakarta
Date
25 Juni 2023
Contributor
Sri Wahyuni
Rights
e-ISSN : 2964-674X
Format
PDF
Language
Indonesian
Type
Text
Files
Citation
Agung Dwi Saputro, Siti Julia, “ANALISIS KETEPATAN KODE DIAGNOSIS DIABETES MELLITUS BERDASARKAN ICD-10 PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS PLERET BANTUL,” Repository Horizon University Indonesia, accessed April 25, 2026, https://repository.horizon.ac.id/items/show/12557.